Kesabaran adalah potensi pemberian Allah yang terbaik dan melapangkan

By Dana Anwari. Kata "sabar" paling mudah diucapkan tapi juga paling sulit dilaksanakan. Apalagi bila terjadi peristiwa yang langsung menguji kesabaran kita. Rasanya kata "sabar" yang sering kita sarankan kepada orang lain kini terasa sulit diterapkan pada diri kita.
Bagaimanakah cara memperoleh kesabaran agar menjadi salah satu potensi diri kita yang juga menonjol di antara potensi diri kita yang lainnya?
Mintalah kesabaran itu kepada Allah, karena kesabaran adalah salah satu pemberian terbaik dari Allah kepada hamba-Nya.

Simaklah riwayat hadis Rasulullah saw dalam Kitab Shahih Bukhari: Dari Abu Sa’id r.a., katanya: Beberapa orang kaum Anshar meminta (sesuatu) kepada Rasulullah saw., lalu diberi oleh beliau. Kemudian mereka minta lagi, terus diberi oleh beliau, meminta lagi, diberi lagi sehingga habislah apa yang ada pada Rasulullah saw.

Sabda beliau, “Tidak ada lagi padaku dan tidak ada pula yang kusimpan. (Ingatlah!) siapa yang ingin terpelihara dari minta-minta, Allah akan memeliharanya; siapa yang merasa cukup, Allah akan mencukupkannya; dan siapa yang berhati sabar, Allah akan memberinya kesabaran; tiada satu juga pemberian Allah yang diberikan-Nya kepada seseorang, yang lebih baik dan lebih lapang daripada sabar.”
suksespotensidiri.blogspot.com
*
Read more…

Orang menjadi beruntung karena mematuhi petunjuk dari Tuhannya


By Dana Anwari. Orang beruntung adalah orang yang selalu berusaha menyatukan keyakinan imannya dengan perkataan dan perbuatannya sesuai petunjuk Tuhannya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
(QS Al Baqarah:2-5)

This is the Book (the Qur’ân), whereof there is no doubt, a guidance to those who are Al-Muttaqûn (the pious believers of Islamic Monotheism who fear Allâh much (abstain from all kinds of sins and evil deeds which He has forbidden) and love Allâh much (perform all kinds of good deeds which He has ordained)).
Who believe in the Ghaib and perform As-Salât ( Iqâmat-as-Salât ), and spend out of what We have provided for them (i.e. give Zakât, spend on themselves, their parents, their children, their wives, etc., and also give charity to the poor and also in Allâh’s Cause - Jihâd ).
And who believe in (the Qur’ân and the Sunnah ) which has been sent down (revealed) to you and in that which was sent down before you (the Taurât (Torah) and the Injeel (Gospel), etc.) and they believe with certainty in the Hereafter. (Resurrection, recompense of their good and bad deeds, Paradise and Hell).
They are on (true) guidance from their Lord, and they are the successful.
http://suksespotensidiri.blogspot.com
*
Read more…

Kemalasan beragama adalah suatu pengabaian potensi pengetahuan yang Allah berikan kepada manusia


By Dana Anwari. Ya Allah al Alim, Tuhanku Yang Maha Berpengetahuan. Engkau ciptakan manusia dengan potensi pengetahuan. Engkau ajarkan kepada kami rahasia langit dan bumi. Engkau ajarkan kami kiat hidup. Engkau ajarkan kami hikmah kehidupan. Semua itu Engkau kasih sebagai pengetahuan bagi kami. Dengan pengetahuan itu kami mengelola hidup dan kehidupan ini. Ya Allah al Fattah, Tuhanku Yang Maha Membuka. Bukalah hati dan pikiranku kepada pemahaman ilmu-Mu. Amin.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang yang benar!”
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
(QS Al Baqarah:31-34)

Allah memberikan kepada manusia potensi berpengetahuan. Mengapa tidak kita raih pengetahuan itu? Mengapa kita masih malas beragama dan berprasangka agama itu membuat hidup menjadi tidak nyaman?
suksespotensidiri.blogspot.com
*
Read more…

Mengapa masih tidak percaya kepada Al Quran?


By Dana Anwari. Kiat manusia membangkitkan potensinya yang tertinggi dan agung: yakni beragama tauhid-- adalah melalui Kitab Allah, yakni Kitab Taurat, Kitab Injil, dan Kitab Al Quran. Allah sendiri yang mengatakan begitu: Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". (QS Al Maidah:68)

Siapa yang tidak percaya kepada Al Quran? Al Quran yang berada di dada orang beriman? Al Quran yang selalu dilantunkan dalam shalat orang-orang yang bertakwa?
Al Quran yang dicetak sebagai buku dan dijanjikan Allah untuk dipelihara-Nya dari orang-orang yang hendak memalsukan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad saw?
Al Quran yang selalu dibaca oleh moslem yang berakal? Al Quran yang dipelajari oleh orang-orang yang tertarik belajar tentang Islam agar mendapatkan rahmat-Nya?

Siapa yang masih tidak percaya Kitab Suci Al Quran? Padahal Tuhan berkata dalam surat As Sajadah ayat 2 Al Quran: “Turunnya Al Qur’an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.”
“Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,” Al Quran surat Asy Syuara : 192.
“Katakanlah (Hai Muhammad): ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’,” Al Quran surat Al Nahl : 102.
“Dan Al Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Qur’an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Qur’an itu,” Al Quran surat Asy Syuara : 210-212.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir,” Al Quran surat Al Hasyr : 21.
“(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran,” Al Quran surat Al Hijr : 52.
“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini,” Al Quran surat Al Jatsiyah : 20.
“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” Al Quran surat Al Baqarah : 2.
“(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa,” Al Quran surat Ali Imran : 138.
“Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat,” Al Quran surat Al Anam : 155.
“Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang,” Al Quran surat Maryam : 97.
“Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al Qur’an). Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya,” Al Quran surat Al Kahfi : 27.
“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” Al Quran surat Al Anam : 115.
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya,” Al Quran surat Al Hijr : 9.
suksespotensidiri.blogspot.com
*

Read more…

Potensi sejati dalam diri kita tak akan teraktualisasi dengan sempurna bila kita menyepelekan Tuhan Yang Maha Sempurna dalam hidup dan kehidupan kita


By Dana Anwari. "Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik," begitu bunyi wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw, dicatat dalam Kitab Al Quran surat Al Hasyr:19.

Melupakan Allah berarti melupakan fitrah kemanusiaan kita. Dari mana kita berasal? Terbuat dari apakah kita? Apa artinya hidup? Bagaimana cara bertahan hidup? Nafkah macam apa yang layak dimakan? Kemanakah tujuan akhir hidup kita?

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.(QS Al Mu’minun:12-14)
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(QS Al Insan:2)
Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan.(QS An Najm:45-46)
Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kami kah yang menciptakannya?(QS Al Waqiah:58-59)
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki laki dan perempuan.
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS Al Qiyamah:36-40)

Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya, kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.(QS Abasa:17-24)

And be not like those who forgot Allâh (i.e. became disobedient to Allâh), and He caused them to forget their ownselves, (let them to forget to do righteous deeds). Those are the Fâsiqûn (rebellious, disobedient to Allâh).
And indeed We created man (Adam) out of an extract of clay (water and earth). Thereafter We made him (the offspring of Adam) as a Nutfah (mixed drops of the male and female sexual discharge and lodged it) in a safe lodging (womb of the woman). Then We made the Nutfah into a clot (a piece of thick coagulated blood), then We made the clot into a little lump of flesh, then We made out of that little lump of flesh bones, then We clothed the bones with flesh, and then We brought it forth as another creation. So Blessed is Allâh, the Best of creators.
Verily, We have created man from Nutfah (drops) of mixed semen (sexual discharge of man and woman), in order to try him: so We made him hearer and seer.
And that He (Allâh) creates the pairs, male and female, from Nutfah (drops of semen - male and female discharges) when it is emitted.
Then tell Me (about) the (human) semen that you emit. Is it you who create it (i.e. make this semen into a perfect human being), or are We the Creator?
Does man think that he will be left neglected (without being punished or rewarded for the obligatory duties enjoined by his Lord Allâh on him)? Was he not a Nutfah (mixed male and female sexual discharge) of semen emitted (poured forth)? Then he became an ‘Alaqah (a clot); then (Allâh) shaped and fashioned (him) in due proportion. And made of him two sexes, male and female. Is not He (Allâh Who does that) Able to give life to the dead? (Yes! He is Able to do all things).
suksespotensidiri.blogspot.com
*
Read more…

Aktualisasi potensi akan berkembang ketika kita sudah berhasil meraih potensi hidayah agama Allah

By Dana Anwari. Potensi adalah suatu daya, kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dan kekuasaan yang mempunyai kemungkinan untuk dapat dikembangkan untuk menjadi aktual.

Kita kenali beberapa potensi hidayah Allah yang ada di diri manusia dan berguna bagi fitrah kemanusiaannya.

Pertama, naluri, yakni suatu petunjuk yang telah ada dalam diri kita sejak mula kita lahir sebagai manusia. Bukan manusia yang menghadirkan adanya naluri di diri kita, tetapi Allah, Sang Maha Pencipta Tiada Tara.

Kedua, pancaindra, yang berguna untuk melakukan kontak dengan dunia di luar diri kita yang tidak bisa dilakukan hanya oleh naluri.

Ketiga, akal, yakni alat untuk berpikir. Namun kemampuan akal ada batasnya untuk menjangkau hal-hal yang bersifat gaib.

Keempat, hati, karena disinilah tempat Tuhan menghadirkan dirinya kepada kita.

Kelima, potensi hidayah yang tertinggi adalah agama. Agama berfungsi untuk memberikan jawaban atas segala persoalan yang tidak bisa dijawab oleh akal, sekaligus membimbing akal kepada keberadaan yang lebih tinggi.

Bisa saja kita sudah meraih hidayah agama Allah yang sempurna: Islam-- tetapi orang tua kita masih belum memperolehnya. Bukankah Nabi Ibrahim pernah mengalaminya?

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku". Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu. (QS Az Zukhruf:26-28)

Allah menghendaki manusia yang diciptakannya untuk mengisi hidup dan melewati kehidupannya dengan potensi yang ada di dirinya. Mari kita gunakan potensi naluri kita. Mari kita asah dan rawat potensi panca indra kita. Mari kita tingkatkan terus kemampuan potensi akal kita. Mari kita bersihkan hati kita. Mari kita pelajari potensi agama yang telah Allah hadirkan di dunia ini bagi kesuksesan hidup kita di dunia dan akhirat.

Jika Allah membantu manusia menyelesaikan semua problema hidup duniawi --tanpa melibatkan manusianya-- maka kita akan menjadi malas dan manja. Tetapi, bila diri kita terlibat aktif mengatasi problema hidup dan kehidupan kita, maka segala potensi yang sudah dianaugerahkan Allah akan berkembang maksimal sebagaimana mau-Nya Allah kepada kita.
Dan potensi yang paling utama adalah hidayah agama Islam, yang mampu memaksimalkan dan mengaktulisasikan potensi kita yang lainnya.
suksespotensidiri.blogspot.com
*
Read more…

Orang yang merasa modern menggunakan potensi akal, hati & nalurinya demi kesenangan hidup semata

By Dana Anwari. Orang-orang jaman sekarang yang merasa modern lebih banyak menggunakan potensi akal, hati & nalurinya demi kesenangan hidup semata. Padahal, aktualisasi potensi diri mereka akan berkembang maksimal ketika orang-orang itu sudah berhasil meraih hidayah agama Allah.

Kita telah sukses dengan kemampuan akal kita meraih kenikmatan ilmu dan harta. Tapi pernahkah kita merasa beruntung telah diberi potensi akal oleh Allah? Haruskah kita menderita stroke dulu baru kita sadar atas keberuntungan akal yang dikaruniakan Allah kepada kita?

Pernahkah kita bersyukur atas keberuntungan potensi (hidayah) agama yang diberikan Allah? Lalu mengapa kita kafir? Mengapa kita musyrik? Dan Mengapa kita murtad? Haruskah kita mati dulu baru kemudian menyadari bahwa kita telah menyia-nyiakan potensi agama yang seharusnya menjadi modal kita hidup di dunia dan menjadi bekal di akhirat?

Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. (QS Al Isra:15)
suksespotensidiri.blogspot.com
*
Read more…

SUCCESS LINK

  • get your own embeddable forum with Talki
  • Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mer...
  • By Dana Anwari. Orang beruntung adalah orang yang dipersatukan hatinya oleh Allah dalam nikmat persaudaraan Islam: saling mengajak melakukan perbuatan yang...
  • By Dana Anwari. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati hamba-Nya. Setiap keinginan kita untuk berubah menjadi orang yang lebih baik dalam...